JEMBER — Dewan Pimpinan Pusat (DPP) bersama jajaran pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Serikat Tani Laskar Sholawat Nusantara Kabupaten Jember menggelar audiensi strategis dengan Pemerintah Kabupaten Jember pada Rabu, 12 Agustus 2026. Pertemuan ini menjadi momentum penegasan komitmen sekaligus wujud gerakan nyata organisasi dalam mendukung penuh arah pembangunan daerah, khususnya melalui pendekatan konsep Kawasan Agropolitan.
Dalam audiensi tersebut, Serikat Tani tidak sekadar membawa wacana, melainkan menawarkan solusi terintegrasi berupa pembentukan Kawasan Agropolitan Terpadu. Inisiatif ini dirancang sebagai simpul penghubung untuk menyatukan berbagai instrumen pembangunan lintas sektor milik Pemkab Jember—seperti optimalisasi lahan, penguatan irigasi, bantuan alat pertanian, hingga program desa nelayan dan peternakan—ke dalam satu ekosistem ekonomi yang utuh dari hulu ke hilir.
Sebagai bentuk keseriusan dan langkah konkret, Serikat Tani Laskar Sholawat Nusantara saat ini telah menyiapkan sebuah kawasan kegiatan percontohan (pilot project) di tingkat akar rumput. Lebih jauh, dalam pertemuan tersebut Ginanjar Adi Saputra S.Pd., M.Tr.P., sebagai perwakilan pengurus serikat tani laskar sholawat nusantara, memaparkan tiga program prioritas taktis yang siap diintegrasikan langsung dengan agenda pembangunan Pemkab Jember.

Ketiga program inovatif tersebut meliputi: Pertama, pemanfaatan teknologi Internet of Things (IoT) sebagai instrumen intersepsi untuk mendorong modernisasi dan presisi pada sektor pertanian, perikanan, serta peternakan. Kedua, kolaborasi strategis dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui pengembangan teknologi bioreaktor mandiri. Langkah ini ditargetkan mampu menekan biaya produksi Pupuk Organik Cair (POC) dan Pupuk Organik Dasar (POD), sehingga harga final produk menjadi jauh lebih murah dan terjangkau bagi petani. Ketiga, penguatan ketahanan pangan dari tingkat paling dasar (rumah tangga) melalui program pemberdayaan bertajuk “Pekarangan Penuh Cinta”.
Ketua Umum DPP Serikat Tani Laskar Sholawat Nusantara, M. Murshid, menegaskan bahwa posisi organisasinya adalah sebagai mitra strategis yang menjembatani program pemerintah dengan realitas di lapangan.

“Kehadiran kami adalah untuk mendukung penuh arah kebijakan dan program-program Pemerintah Kabupaten Jember. Kegiatan percontohan serta inovasi teknologi yang kami siapkan merupakan gerakan nyata agar konsep Agropolitan ini bisa langsung diimplementasikan. Kami ingin memastikan intervensi pemerintah di hulu hingga hilir tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan terhubung menjadi satu ekosistem kawasan yang produktif, terukur, dan berkelanjutan,” tegas M. Murshid.
Gagasan, inovasi teknologi, serta aksi nyata tersebut mendapat respons yang sangat positif dari Pemerintah Kabupaten Jember. Bupati Jember, Muhammad Fawait atau yang akrab disapa Gus Fawait, memberikan apresiasi tinggi atas proaktifnya elemen masyarakat dalam merancang ekosistem pembangunan daerah.

“Kami sangat menyambut baik dan mengapresiasi gerakan nyata serta gagasan inovatif dari kawan-kawan Serikat Tani Laskar Sholawat Nusantara. Konsep Agropolitan Terpadu yang ditunjang dengan pemanfaatan teknologi, kolaborasi riset, serta pilot project terukur ini sangat sejalan dengan visi kita. Dengan adanya dukungan penuh dan kolaborasi yang saling menguatkan, program pemberdayaan masyarakat Jember akan semakin tepat sasaran, efisien, dan berdampak luas bagi kesejahteraan,” ungkap Gus Fawait.

Ke depannya, jika model integrasi program lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pada kawasan percontohan ini berjalan sukses, skema tersebut diproyeksikan menjadi rujukan tata kelola yang dapat direplikasi ke berbagai kecamatan lain. Sinergi berkelanjutan ini diyakini akan menjadi pilar utama dalam memperkokoh kemandirian ekonomi, ketahanan pangan, dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Jember secara menyeluruh.














