DATELINE:
SURABAYA, SERIKATTANILSN.COM
NARASI BERITA LENGKAP:
Perum Bulog bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas) mencatatkan lonjakan signifikan dalam realisasi penyerapan gabah dan beras dari petani lokal, di mana penyerapan di berbagai kantor cabang sentra lumbung pangan utama di Jawa Timur telah menembus angka 98 persen dari target tahunan per akhir Agustus 2026.
Keberhasilan penyerapan beras yang mendekati target maksimal ini ditopang oleh tingginya produktivitas panen raya padi di sentra-sentra produksi pangan Jawa Timur, seperti kawasan Jember Raya, Banyuwangi, Tulungagung, dan Lamongan. Bulog secara aktif turun langsung menyerap gabah kering panen (GKP) petani melalui skema kemitraan dengan gabungan kelompok tani (gapoktan) dan penggilingan padi lokal dengan harga beli di atas Harga Pembelian Pemerintah (HPP) Rp6.500 per kilogram.
Menteri Koordinator Bidang Pangan menegaskan bahwa melimpahnya stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) di atas 5 juta ton menjadi pilar kokoh dalam menjaga stabilitas harga beras nasional dan membuktikan ketangguhan swasembada pangan Indonesia tanpa perlu membuka keran impor beras pada tahun 2026.
Serikat Tani Laskar Sholawat Nusantara menyatakan apresiasi tinggi atas capaian serapan gabah petani lokal dan menyerukan proteksi harga yang konsisten.
“Capaian serapan gabah hingga 98 persen target di sentra-sentra padi membuktikan bahwa petani kita mampu memenuhi kebutuhan pangan bangsa secara mandiri. Kuncinya adalah kepastian harga beli panen yang menguntungkan petani. Serikat Tani Laskar Sholawat Nusantara akan terus berdiri bersama para petani mengawal kedaulatan pangan nasional demi terwujudnya kemakmuran pedesaan,” pungkas pimpinan pusat ST LSN.














