
JEMBER – Langkah inovatif dan luar biasa yang dilakukan oleh Pemerintah Desa Kencong dalam mengelola sampah menjadi energi alternatif mendapat sorotan tajam sekaligus dukungan positif dari berbagai pihak. Salah satu apresiasi penuh datang langsung dari Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Serikat Tani Laskar Sholawat Nusantara (STLSN).
Dalam keterangannya, Ketua Umum DPP STLSN menyampaikan rasa bangga dan dukungan morilnya terhadap solusi nyata yang diinisiasi oleh Pj Kepala Desa Kencong, Thomas Heru Indra Kurniawan, bersama penggerak lingkungan desa, Muhammad Arif Yulianto (Anto).
“Kami dari Serikat Tani Laskar Sholawat Nusantara sangat mengapresiasi dan mendukung penuh inovasi yang lahir dari tanah Desa Kencong. Ini adalah bukti nyata bahwa masyarakat desa mampu menciptakan kemandirian dan mengubah krisis lingkungan menjadi sebuah berkah. Mengubah sampah plastik menjadi bahan bakar alternatif (solar) adalah langkah cerdas yang patut direplikasi oleh desa-desa lain di seluruh pelosok Jember,” tegas Ketua Umum DPP STLSN.
Menjawab Tantangan Darurat Sampah
Dukungan positif dari STLSN ini bukan tanpa alasan. Merujuk pada dokumentasi video bertajuk “Menyulut Asa dari Sampah di Tanah Desa Kencong”, dipaparkan bahwa Desa Kencong dengan luas wilayah 1.200 hektar dan penduduk sekitar 27.000 jiwa menghasilkan tumpukan sampah mencapai 27 hingga 30 ton setiap harinya.
Merespons Surat Edaran Bupati Jember, Gus Fawait, mengenai kondisi darurat sampah di mana TPA Pakusari sudah mengalami overload, Pemerintah Desa Kencong tidak tinggal diam. Lewat inovasi bank sampah, warga diajak menyetorkan limbah plastik rumah tangga yang bisa ditukar dengan sembako. Limbah tersebut kemudian diproses melalui mesin pembakaran ramah lingkungan (tanpa asap mengebul) hingga menghasilkan bahan bakar alternatif berupa solar, sedangkan residunya dimanfaatkan untuk paving block.
Sinergi Lingkungan, Kesejahteraan Petani, dan Penekanan Stunting
Lebih lanjut, Ketua Umum DPP STLSN menyoroti aspek sosial dan kemanusiaan dari program tersebut yang dinilai sangat menginspirasi. Hasil dari produksi solar alternatif tersebut tidak dinikmati sendiri oleh pengelola, melainkan disisihkan untuk mendanai kegiatan Posyandu dalam rangka menekan angka stunting di Desa Kencong. Bantuan diberikan dalam bentuk pemberian makanan tambahan bergizi untuk balita.
“Langkah heroik Desa Kencong ini sangat sejalan dengan visi Serikat Tani Laskar Sholawat Nusantara. Para petani dan masyarakat desa tidak hanya membutuhkan lingkungan yang bersih dan tanah yang bebas dari polusi plastik, tetapi juga jaminan kesehatan bagi generasi penerusnya. Program yang hasil keuntungannya dikembalikan untuk menekan angka stunting ini adalah wujud nyata kepedulian sosial yang luar biasa,” tambahnya.
Ke depannya, STLSN juga mendukung rencana Pemdes Kencong yang akan memprogramkan pengolahan sampah organik menjadi pupuk organik atau bahan baku pakan maggot. Hal ini dinilai akan sangat memberikan dampak berlipat ganda, khususnya bagi para petani di sektor pertanian dan peternakan lokal, karena pupuk organik yang dihasilkan bisa membantu menekan biaya tanam.
“Semoga terobosan cerdas ini menjadi pemantik semangat bagi seluruh elemen masyarakat dan pemerintahan di Kabupaten Jember. Dari Desa Kencong kita belajar, dengan kemauan keras, masalah sampah bisa diubah menjadi solusi kesejahteraan,” pungkasnya.
Sumber Referensi Video: PEMERINTAH DESA KENCONG – MENYULUT ASA DARI SAMPAH DI TANAH DESA KENCONG














