Rayakan Maulid dan HUT RI ke-81, Kirab Ancak Agung Jember Kembali Pecahkan Rekor MURI Dan Menjadi Etalase Akbar Kekayaan Hortikultura Jember

JEMBER – Kabupaten Jember kembali mengukir sejarah gemilang di panggung budaya nasional dan dunia. Melalui gelaran Kirab Budaya Ancak Agung yang diselenggarakan pada Sabtu, 22 Agustus 2026, Pemerintah Kabupaten Jember sukses menyabet dua rekor dunia sekaligus dari Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI). Dua rekor prestisius tersebut diumumkan langsung oleh Senior Representative MURI, Ari Andriani, dalam acara Doa dan Shalawat Bersama di Alun-Alun…

JEMBER – Kabupaten Jember kembali mengukir sejarah gemilang di panggung budaya nasional dan dunia. Melalui gelaran Kirab Budaya Ancak Agung yang diselenggarakan pada Sabtu, 22 Agustus 2026, Pemerintah Kabupaten Jember sukses menyabet dua rekor dunia sekaligus dari Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI).

Dua rekor prestisius tersebut diumumkan langsung oleh Senior Representative MURI, Ari Andriani, dalam acara Doa dan Shalawat Bersama di Alun-Alun Jember pada Sabtu malam. Adapun rekor dunia yang dipecahkan adalah Kirab Ancak Agung Terbanyak dengan total 867 ancak (melampaui catatan rekor tahun 2025 sebanyak 449 ancak, dan hasil verifikasi awal sebanyak 527 ancak) serta Ancak Tertinggi dari Rangkaian Suwar-Suwir setinggi 3,7 meter yang disusun dari 1.600 kemasan atau sekitar 32.000 buah suwar-suwir, makanan ringan legendaris khas Jember.

Simbol Rasa Syukur, Ukhuwah, dan Nasionalisme

Kirab agung tahun ini mengusung tema bernilai luhur, yakni “Melestarikan Tradisi, Menguatkan Ukhuwah, Mengangkat Marwah Jember”. Ratusan ancak berisi aneka hasil bumi seperti buah-buahan, sayur-mayur, padi, hingga makanan tradisional diarak meriah mulai dari depan KFC Jalan Gajahmada hingga berakhir di Alun-Alun Jember. Gunungan hasil pertanian ini menjadi wujud rasa syukur masyarakat agraris Jember atas karunia Tuhan yang melimpah sekaligus menjadi momentum memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW dan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Bupati Jember, Muhammad Fawait (yang akrab disapa Gus Fawait), menyampaikan apresiasi yang mendalam atas gotong royong luar biasa masyarakat Jember dalam menyukseskan gelaran akbar ini.

“Ini bukan sekadar tentang rekor, tetapi bagaimana kita menjaga tradisi dan gotong royong masyarakat Jember. Tahun depan kita ingin lebih besar lagi, targetnya 1.000 ancak. Mudah-mudahan semangat ini terus tumbuh dan menjadi kebanggaan masyarakat Jember,” tutur Bupati Fawait penuh semangat di hadapan ribuan warga yang memadati Alun-Alun Jember Nusantara.

Pesan Solidaritas dan Kemanusiaan Dunia

Ada hal istimewa yang menarik perhatian ribuan pasang mata dalam perhelatan kali ini. Di tengah kemeriahan acara, Bupati Fawait tampak mengenakan syal bercorak Indonesia dan Palestina. Hal tersebut disampaikannya sebagai wujud solidaritas terhadap perjuangan kemanusiaan bangsa Palestina.

Menurutnya, sikap ini sangat sejalan dengan amanat Pembukaan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 yang menegaskan bahwa kemerdekaan merupakan hak segala bangsa dan penjajahan di atas dunia harus dihapuskan. Langkah ini menambah kedalaman makna Ancak Agung tahun ini, yang menyatukan nilai religi, budaya lokal, nasionalisme, hingga empati kemanusiaan global.

Ancak Agung: Etalase Akbar Kekayaan Hortikultura Jember

Keberhasilan sektor pertanian dan hortikultura di Jember juga tercermin secara visual dalam kemeriahan Kirab Budaya Ancak Agung . Gunungan hasil bumi yang diarak oleh ratusan kontingen bukan sekadar simbol ritual religi menyambut Maulid Nabi SAW dan HUT Kemerdekaan RI, melainkan etalase nyata dari kelimpahan sayur-mayur, buah-buahan, dan padi khas tanah Jember .Melimpahnya sayuran, buah, padi, hingga olahan hortikultura lokal seperti suwar-suwir (yang rangkaiannya berhasil memecahkan rekor MURI setinggi 3,7 meter dari 1.600 bungkus) membuktikan bahwa produktivitas lahan pertanian Jember berada dalam kondisi prima.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *